Tanjungpinang (Vnews.click) – RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) Provinsi Kepri tengah fokus menjadi rumah sakit kanker, jantung, saraf, dan urologi (KJSU), serta layanan kesehatan ibu dan anak.
“Sebagai rumah sakit rujukan di Kepri, kami seoptimal mungkin menjadi rumah sakit yang sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Direktur Utama RSUD RAT Kepri, Dokter Bambang Utoyo, Jumat (9/1/2026).
Bambang menyebut untuk mewujudkan layanan KJSU itu, RSUD RAT harus mulai berbenah dengan mengoptimalkan teknologi kesehatan yang ada guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Menurutnya dari segi peralatan kesehatan di RSUD RAT Kepri sudah cukup lengkap dan mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, terutama bidang layanan jantung, RSUD RAT sudah bisa melakukan operasi bor jantung perdana pada November 2025 terhadap lima orang pasien.
“Seharusnya, kelima pasien ini dilakukan tindakan bedah jantung terbuka, namun kita pakai metode bor tanpa operasi. Alhamdulillah, berhasil tanpa perlu dirujuk ke Jakarta,” ujarnya.
Kemudian untuk bidang saraf, kata Bambang, RSUD RAT Kepri juga sudah menerapkan neurointervensi, yaitu prosedur medis minimal invasif untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit pada pembuluh darah otak dan tulang belakang, seperti stroke, aneurisma, tumor otak, atau malformasi vaskular, melalui kateterisasi pembuluh darah dengan bantuan alat pencitraan canggih.
Selanjutnya di bidang urologi, rumah sakit provinsi itu pun sudah bisa melakukan tindakan non operatif untuk kasus bidang urologi.
“Tahun ini, kita dibantu lagi Kemenkes alat untuk urologi batu ginjal non operatif,” ungkapnya.
Berikutnya pada bidang kanker, lanjut Bambang, pihaknya masih menunggu satu peralatan Linac atau alat radioterapi yang sedang proses pengiriman dari Kemenkes. Pertengahan tahun ini, ditargetkan sudah mulai beroperasi.
Sambil menunggu alat itu beroperasi, RSUD RAT telah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk radioterapi, sehingga ketika pasien memerlukan layana itu tak perlu lagi dirujuk ke Jakarta.
“Kami juga bekerja sama dengan Rumah Sakit Johor dan Malaka (Malaysia) untuk bertukar pengalaman dan pengetahuan, khususnya terkait layanan radioterapi,” sebut Bambang.
Dia menambahkan Pemprov Kepri juga telah membangun rumah singgah, tepatnya di samping RSUD RAT Kepri di Kota Tanjungpinang untuk masyarakat yang memerlukan tempat tinggal selama proses pengobatan, apalagi untuk penanganan radioterapi memerlukan waktu cukup lama atau sekitar satu bulan.
“Kasihan kalau pasien harus bolak-balik rumah sakit, apalagi dari luar pulau, makanya disiapkan rumah singgah untuk pasien dan keluarga,” ujar dia.
Bambang menambahkan tingkat kunjungan pasien RSUD RAT Kepri terus meningkat dari waktu ke waktu, seiring pembenahan layanan yang dilakukan manajemen rumah sakit tersebut. Per hari tercatat ada 600 lebih pasien yang berobat di RSUD RAT. (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

