Vnews.click, Tanjungpinang – Kolesterol tinggi masih menjadi salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung koroner dan stroke, yang hingga kini menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
Ironisnya, banyak masyarakat tidak
menyadari bahwa kadar kolesterolnya telah melebihi batas normal karena sering kali
tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.
Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya
promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan perlu terus diperkuat agar masyarakat mampu mengenali faktor risiko sejak dini dan menerapkan pola hidup
sehat secara berkelanjutan. Salah satu yang berperan dalam angka kolesterol di Kota Tanjungpinang adalah konsumsi makanan laut.
Sebagai wujud komitmen dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat, Program Studi DIII Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Optimalisasi Peran Kader dalam Edukasi Pencegahan Peningkatan Kolesterol.”
Kegiatan ini dipimpin oleh Dewi Puspa Rianda, SST., MPH selaku Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, dengan anggota Ns. Muthia Deliana, S.Kep., M.Kep. dan Novian Aldo, SST., M.M.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan dan kader Kesehatan di wilayah Kerja Puskesmas Tanjungpinang Barat yang diwakilkan oleh Pj Penyakit tidak Menular Bapak Ns. Syefriawan, S.Kep.
Dalam pelaksanaannya, para kader kesehatan diberikan penguatan kapasitas melalui edukasi komprehensif mengenai kolesterol, mulai dari pengertian, jenis-jenis kolesterol, faktor risiko, tanda dan gejala, hingga dampak jangka panjang apabila kadar kolesterol tidak terkontrol.
Selain itu, kader juga dibekali strategi komunikasi kesehatan yang efektif sehingga mampu menyampaikan pesan-pesan kesehatan kepada masyarakat dengan bahasa yang sederhana, mudah dipahami, dan sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.
Tidak hanya memperoleh materi teoritis, para kader juga mengikuti sesi praktik dan diskusi interaktif mengenai cara mengidentifikasi faktor risiko peningkatan kolesterol, Cara Pemeriksaan kolesterol dengan alat sederhana, memberikan konseling sederhana kepada masyarakat, serta mendorong penerapan perilaku hidup sehat.
Pendekatan partisipatif ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri kader sebagai agen perubahan yang berperan aktif dalam mendampingi masyarakat menjaga kesehatan secara mandiri.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Dewi Puspa Rianda, SST., MPH, menyampaikan bahwa kader kesehatan memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami berharap kader tidak hanya memahami materi tentang kolesterol, tetapi juga mampu menjadi sumber informasi yang terpercaya dan mampu menggerakkan masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat. Pencegahan penyakit tidak menular harus dimulai dari keluarga dan lingkungan sekitar, dan kader merupakan mitra penting dalam mewujudkan hal ini,” ujarnya.

Keberhasilan pencegahan peningkatan kolesterol tidak hanya ditentukan oleh pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan, tetapi juga oleh keterlibatan aktif masyarakat.
Edukasi yang berkesinambungan melalui kader akan mampu meningkatkan pengetahuan, mengubah perilaku, serta membangun kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dan menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kader kesehatan semakin kompeten dalam menjalankan perannya sebagai edukator, motivator, dan pendamping masyarakat.
Dengan meningkatnya kapasitas kader, informasi kesehatan mengenai pencegahan
peningkatan kolesterol dapat menjangkau lebih banyak keluarga sehingga terbentuk masyarakat yang lebih sadar, peduli, dan bertanggung jawab terhadap kesehatannya
sendiri.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan produktif.
Program Studi DIII Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai inovasi pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat peran institusi pendidikan sebagai mitra strategis dalam pembangunan kesehatan yang berkelanjutan. (Mis)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

