“Total ada 4.459 KPPS se-Tanjungpinang yang melakukan skrining kesehatan bekerja sama dengan dinas kesehatan dan BPJS Kesehatan,” kata Ketua KPU Tanjungpinang, Muhamamd Faizal, Sabtu (3/2/2024).
Faizal menyebut pemeriksaan kesehatan itu bertujuan agar KPPS dalam kondisi sehat dan prima dalam melaksanakan tugasnya di TPS, mengingat proses pemungutan dan penghitungan suara berpotensi hingga malam hari, bahkan bisa dilanjutkan pada hari kedua, maksimal pukul 12.00 WIB.
Ia menyampaikan dari hasil skrining tersebut, semua KPPS dalam keadaan baik dan sehat. Petugas KPPS tidak boleh memiliki minimal tiga jenis penyakit bawaan, seperti gula darah, asam urat, hingga kolestrol yang dibuktikan dengan surat keterangan kesehatan dokter.
Hal itu, kata dia, bertujuan mencegah terjadinya kasus 800 anggota KPPS meninggal kelelahan ditambah menderita penyakit penyerta pada pelaksanaan Pemilu 2019.
“Pada Pemilu kali ini, kita antisipasi KPPS harus betul-betul sehat sebelum bertugas, di samping usia maksimal KPPS itu dibatasi 55 tahun,” ujar Faizal.
Selain itu, lanjut Faizal, KPU telah beberapa kali melakukan simulasi pemantapan pencoblosan suara di TPS yang melibatkan petugas KPPS guna memberikan gambaran terkait kondisi sebenarnya pada Pemilu 14 Februari 2024.
Pada simulasi itu, KPU menggandeng dinas kesehatan setempat menerapkan pemeriksaan kesehatan kepada KPPS sebelum dan sesudah menjalankan tugas pemungutan dan penghitungan suara di TPS.
“Alhamdulillah, kondisi mereka saat simulasi itu sehat dan prima. Semoga di hari H, semuanya berjalan aman dan lancar,” ujar Faizal.
Faizal menambahkan KPPS Pemilu 2024 sudah mulai bekerja sejak tanggal 25 Januari sampai 25 Februari 2024. Tiap-tiap TPS terdapat tujuh orang KPPS, meliputi seorang ketua dan enam orang anggota. Masing-masing mendapat honor Rp1,2 juta untuk ketua, dan Rp1,1 juta untuk anggota. (Redaksi)