VNews.click, Jakarta – Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Sultan Baktiar Najamudin mengatakan Koperasi Desa Merah Putih atau KDMP sebagai upaya membangun ekonomi inklusif dan berkeadilan.
Keberadaan institusi ekonomi yang inklusif, menurut Sultan, merupakan salah satu syarat utama terwujudnya negara yang maju, adil dan makmur.
“Program strategies Koperasi Desa Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto bukan saja menjalankan amanah konstitusi juga merupakan instrumen ekonomi inklusif dan modern yang mengakar di desa-desa,” kata Sultan, Rabu (21/10/2026).
Senator Indonesia asal Provinsi Bengkulu ini menjelaskan, Presiden Prabowo menyadari, bahwa sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan ekosistem rantai pasok bahan pangan dan energi yang lebih efisien dan terkontrol baik secara akses maupun harga.
“KDMP menjadi distributor bagi produk pangan dan energi, seperti Sembako, gas LPG, pupuk, hingga produk farmasi serta bantuan sosial bagi kelompok rentan hingga miskin,” terangnya.
Ketua HIPMI Bengkulu periode 2011–2014 menegaskan, kehadiran KDMP bukan menjadi ancaman bagi usaha perdagangan masyarakat, namun justru sebagi pelengkap dan menjamin persaingan usaha di desa dengan fokus menjual produk khusus subsidi kepada kelompok masyarakat tertentu.
Secara teknis, lanjut Sultan, KDMP menjadi mesin ekonomi yang mempertemukan aktivitas produksi dan konsumsi masyarakat.
“KDMP menjadi koperasi produksi sekaligus koperasi konsumsi. Di gerai KDMP disiapkan sarana produksi bagi petani, peternak juga nelayan serta bahan pangan pokok bagi ibu-ibu dengan harga yang lebih ekonomis. Ke depan diharapkan managemen KDMP menjadi off taker bagi komoditas perkebunan dan produk subsektor pertanian lainnya,” imbuh Sultan.[Fas]

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

