BATAM EKONOMI KEPRI PEMERINTAHAN Videos

Vnews.click, Batam – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus berupaya memperkuat pasokan dan stabilitas harga beras untuk 2 juta penduduk setempat, melalui pertemuan bisnis yang difasilitasi Badan Pangan Nasional (Bapanas) di Kota Batam.

Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura mengatakan pada pertemuan bisnis ini, pemerintah mempertemukan pelaku usaha perberasan dari wilayah potensial pemasok dengan pelaku usaha perberasan di Kepri guna membangun kerja sama yang berkelanjutan.

“Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemprov Kepri dalam memastikan ketersediaan beras sekaligus menjaga stabilitas harga pangan pokok di wilayah kepulauan,” kata Wagub Nyanyang, Sabtu (17/1/2026).

Nyanyang menyampaikan ketersediaan pasokan beras dan stabilitas harga bahan pokok merupakan perhatian bersama, karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat serta berdampak pada stabilitas dan ketahanan ekonomi daerah.

Menurutnya upaya menjaga pasokan dan harga beras harus dilakukan secara berkelanjutan melalui koordinasi lintas sektor, baik dengan pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, maupun para pemangku kepentingan lainnya.

Provinsi Kepri, kata Wagub, memiliki karakteristik wilayah laut sekitar 98 persen dan daratan hanya dua persen, serta berada di kawasan perbatasan negara seperti Singapura dan Malaysia.

“Kondisi ini membuat Kepri tidak menjadi daerah penghasil beras, sehingga sangat bergantung pada pasokan dari wilayah lain seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan sentra produksi beras nasional lainnya,” ujar dia.

Selain itu, lanjut dia, kedekatan geografis Kepri dengan negara tetangga menjadikan kawasan ini sebagai destinasi wisata internasional dengan lalu lintas orang yang sangat tinggi.

Maka itu, menurut dia, konsumsi beras di Kepri tidak hanya memperhitungkan kebutuhan penduduk yang mencapai sekitar dua juta jiwa, tetapi juga kunjungan wisatawan mancanegara yang hampir dua juta orang, ditambah wisatawan nusantara.

“Kebutuhan beras di Kepri tercatat mencapai sekitar 202 ribu ton per tahun, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun non-rumah tangga, dengan dominasi kebutuhan beras jenis premium,” ungkapnya.

Wagub Nyanyang berharap para pemangku kepentingan dapat menjalin kerja sama bisnis to bisnis yang berkesinambungan dan didukung berbagai pihak, sehingga stabilitas pasokan dan harga beras di Kepri dapat terjaga.

Ia pun menekankan pentingnya memastikan kelancaran jalur distribusi antarwilayah.
Sebagai wilayah kepulauan, distribusi utama sangat bergantung pada transportasi laut, sehingga hambatan distribusi harus diantisipasi dan diatasi secara bersama.

“Semoga kegiatan pertemuan bisnis ini berjalan baik dan menghasilkan solusi konkret bagi stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya beras, terlebih menjelang perayaan Imlek, bulan puasa, dan Hari Raya Idul Fitri, di mana kebutuhan pangan diperkirakan akan meningkat,” pungkas Nyanyang. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *