Vnews.click, Tanjungpinang – BPS Provinsi Kepri menyebutkan progres sensus ekonomi 2026 sejak 15 Juni hingga 6 Juli telah mencapai rata-rata 35 persen di seluruh kabupaten/kota setempat, dan akan terus bertambah sampai batas waktu 31 Agustus mendatang.
“Hasil monitoring kami di lapangan, progres sensus ekonomi 2026 masih on the track, sesuai perencanaan awal,” kata Humas BPS Kepri, Resa Surya Utama, Selasa (7/7/2026)
Terkait adanya isu penolakan masyarakat terhadap sejumlah petugas sensus ekonomi, menurut Resa, sejauh ini respon dan atensi warga di Kepri atas kegiatan nasional tersebut sangat tinggi.
Ia juga memastikan petugas tidak mengalami kendala berarti saat melakukan pendataan sensus ekonomi per sepuluh tahun ini.
“Paling kendala teknis kecil saja untuk tiga hari pertama, beberapa petugas sensus masih baru dan perlu penyesuaian ritme kerja, setelah lewat tiga hari sudah terbiasa,” ujarnya.
Resa menyampaikan seluruh rumah tangga maupun lokasi usaha tinggal menunggu giliran untuk didatang petugas sensus ekonomi 2026, maka itu ia mengimbau masyarakat dapat menerima petugas dengan baik dan memberikan data/maupun informasi yang jujur sesuai kebutuhan pendataan.
Pihaknya terus mendorong partisipasi masyarakat agar sensus ekonomi di Kepri dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu, sehingga hasilnya bisa dinikmati bersama sebagai dasar pembangunan ekonomi di Indonesia, khususnya Kepri.
“Kami tetap monitoring secara berkala guna memastikan kualitas data sensus ekonomi 2026,” ujar dia.
Resa menambahkan BPS Kepri mengerahkan 1.589 petugas sensus ekonomi 2026 yang tersebar di tujuh kabupaten/kota, dengan sasaran seluruh rumah tangga dan dunia usaha. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

