EKONOMI KEPRI TANJUNGPINANG

Vnews.click, Tanjungpinang – Produk keripik tempe Sarimas asal Tanjungpinang, berhasil dipasarkan hingga ke Singapura dengan nilai penjualan mencapai puluhan juga rupiah per bulan.

Owner Sarimas, Suratno, mengatakan pengiriman keripik tempe ke negeri jiran itu semakin menggeliat sejak tahun 2023, dengan rata-rata penjualan 300-400 kilogram per bulan.

“Keripik tempe Sarimas langsung dipesan dari ritel terkemuka di Singapura, dan dipasarkan di outlet mereka,” kata Suratno, Rabu (22/7/2026).

Dia menjelaskan keripik tempe kemasan tersebut dikirim ke Singapura melalui Kota Batam. Produk yang dikirim berupa keripik tempe original dan keripik tempe sagu. Harga per kilogram dibanderol Rp80 ribu.

Untuk bisa menembus pasar Singapura, menurut Suratno, ia harus menyesuaikan produk buatnya dengan lidah atau selera warga di sana.

“Mereka suka rempah-rempah, jadi tinggal kita padukan gurihnya keripik tempe dengan rempah tradisional,” ujarnya.

Selain itu, Suratno juga banyak bekerja sama dengan agen tour and travel sehingga setiap wisatawan mancangera (Wisman), terutama dari Singapura yang datang ke Tanjungpinang, selalu singgah belanja ke outlet Sarimas di Jalan Sucipto, Kilometer 12 Tanjungpinang.

Di outlet Sarimas itu tersedia keripik tempe original kemasan 300 gram dijual Rp35 ribu per pack, lalu keripik tempe original kemasan 200 gram dijual Rp20 ribu per pack.

Wisman tidak hanya berbelanja, namun juga mendapatkan pengalaman melihat langsung bagaimana proses produksi keripik tempe Sarimas yang higienis dan berkualitas.

“Dari situ, mungkin mereka cerita ke teman-teman lainnya di Singapura kalau produksi keripik tempe Sarimas sesuai SOP dengan rasanya yang gurih, sehingga menarik minat mereka terhadap produk kita,” ucapnya.

Suratno melanjutkan ekspor keripik tempe ke Singapura pun tidak terlepas dari bantuan Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang melalui pembangunan Rumah Produksi Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Makanan Ringan, tak jauh dari outlet Sarimas.

Bangunan seluas 6×8 meter per segi yang dibangun menggunakan dana alokasi khusus (DAK) Kementerian Perindustrian RI itu mulai beroperasi 2024, dan kini menjadi rumah produksi keripik tempe Sarimas dengan mempekerjakan enam orang karyawan.

Rumah produksi ini dilengkapi tiga ruangan, yaitu ruang persiapan personil, lalu ruang bahan baku, dan ruang produk jadi. Termasuk berbagai perlengkapan alat penunjang produksi IKM.

Dalam sebulan, Sarimas bisa berproduksi keripik tempe selama sekitar 20 hari, dengan rata-rata per sekali produksi mencapai 50 kilogram.

Bahan baku yang digunakan kacang kedelai diolah menjadi tempe, lalu digoreng menggunakan kuali.

Hasilnya, menjadi keripik tempe original berbentuk bundar, dan keripik tempe sagu berbentuk empat persegi panjang. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *