Vnews.click, Tanjungpinang – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengupayakan langkah-langkah strategis untuk mempertahankan maskapai Garuda Indonesia tetap melayani penerbangan dari dan ke Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang.
Hal itu menyusul rencana penghentian operasional pesawat Garuda di pusat ibukota Provinsi Kepri tersebut per tanggal 9 Februari 2026.
“Kita sudah menemui manajemen Garuda Indonesia di Jakarta. Hasilnya, masih dipertimbangkan kembali,” kata Gubernur Ansar, Rabu (28/1/2026).
Ansar menyebut upaya lain yang akan dilakukan ialah pemerintah daerah akan memperbanyak agenda wisata di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan agar banyak wisatawan datang melalui bandara RHF.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Kepri juga berencana menaikkan satuan standar harga (SSH) perjalanan dinas ASN guna menyesuaikan dengan harga tiket Garuda.
“Dengan menaikkan SSH, Garuda bisa menjadi pilihan para pegawai saat melakukan perjalanan dinas ke luar daerah, seperti Jakarta,” ujar Ansar.
Selain itu, Gubernur Ansar turut mengimbau para pegawai di Tanjungpinang dan Bintan menaiki pesawat Garuda ketika berangkat dinas ke luar daerah.
“Pegawai harus pulang dan pergi lewat Bandara RHF Tanjungpinang, jangan Batam terus,” ucap Ansar.
Sementara, General Manager Bandara RHF Tanjungpinang Mohamad Setiadi Dermawan membenarkan informasi maskapai Garuda Indonesia akan pamit dari bandara tersebut.
“Informasi secara lisan sudah kita terima dari Garuda, kalau tertulis sampai sekarang belum ada,” ujarnya belum lama ini. (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

