Tanjungpinang (Vnews.click) – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad akhirnya buka suara soal polemik lelang kawasan Gurindam 12 di Kota Tanjungpinang.
Ansar Ahmad menyampaikan bahwa tidak seluruh kawasan Gurindam 12 Tanjungpinang dilelang, namun hanya sebagian kecil yang merupakan kewenangan Pemprov Kepri.
Atas hal itu, Pemprov Kepri tidak perlu melibatkan Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang untuk melelang kawasan tersebut.
Dia menyampaikan, pelelangan ini menjadi kewenangan Provinsi Kepri.
“Lebih baik kita sama-sama bekerja membangun Kepri. Jangan saling menyalahkan,” ujar Ansas, Jumat (12/9/2025).
Untuk diketahui, kawasan Gurindam 12 seluas 14 Hektare. Itu adalah aset Pemprov Kepri.
“Lahan yang akan dilelang hanya seluas 7.540 meter saja. Itu akan diperuntukkan untuk pembangunan pusat kuliner, bukan seluruhnya dikelolah pihak swasta,” akunya.
Lelang itu sudah melewati beberapa kajian dari lembaga resmi pemerintah.
“Ke depan kami upayakan parkir di sana, bila perlu gratis,” ungkapnya.
Tentu sumber dana yang didapat dari sewa tersebut, bisa digunakan untuk membayar tukang parkir. Langkah ini bertujuan agar kawasan tersebut lebih rapi, nyaman, dan bisa menjadi magnet wisata.
Pemerintah juga akan menerima pemasukan tahunan dari pihak swasta, BUMD, atau BUMN yang mengelolanya termasuk Pemko Tanjungpinang.
“Intinya kawasan ini harus rapi, nyaman, dan menjadi magnet wisata. Dari awal pembangunan, Gurindam 12 memang diproyeksikan sebagai tempat santai masyarakat. Jadi kalau ada pihak-pihak yang ngomong sana sini itu tidak benar,” pungkas Ansar. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

