Tanjungpinang (Vnews.click) – Bupati Karimun, Iskandarsyah, menyatakan pihaknya akan melakukan pinjaman daerah senilai Rp135 miliar kepada pihak perbankan untuk membiayai kebutuhan infrastruktur serta pelayanan publik.
Iskandarsyah mengatakan pinjaman daerah tersebut bertujuan menutupi defisit anggaran pada APBD 2026 yang mencapai Rp200 miliar.
“Pinjaman daerah itu sudah dimasukkan ke dalam APBD Karimun 2026, sebagai penerimaan pembiayaan daerah,” kata Iskandarsyah di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Rabu (14/1/2026).
Bupati menyebut pinjaman uang itu bakal diajukan kepada Bank Jabar Banten (BJB) dengan tenor atau masa pelunasan sekitar empat tahun ditambah bunga enam sampai delapan persen. Setiap tahun, Pemkab Karimun akan mengaloksikan Rp35 miliar untuk membayar hutang tersebut.
Mantan Anggota DPRD Kepri itu mengklaim pinjaman daerah senilai Rp135 miliar tersebut telah mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI.
“Kalau di Kepri, ada empat daerah yang meminjam uang ke bank, yaitu Pemkab Karimun, Pemkab Lingga, Pemkot Tanjungpinang dan Pemerintah Provinsi Kepri,” ungkapnya.
Lanjut Iskandarsyah menyampaikan pinjaman daerah ini akan dialokasikan untuk kebutuhan pembiayaan sejumlah proyek infrastruktur strategis tahun 2026, di antaranya pembangunan Puskesmas dan RSUD Tanjung Batu, Kundur.
Kemudian, pembangunan lanjutan Jalan Coastal Area menuju Bandara Raja Haji Abdullah, lalu pembangunan jembatan penghubung Desa Tebias dan Desa Pulau Parit.
“Termasuk, pembangunan sejumlah pelabuhan rakyat di Karimun guna menunjang mobilitas barang dan penumpang,” pungkasnya. (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

