VNews.click, Jakarta – Anggota Badan Legislasi atau Baleg DPR RI Firman Soebagyo mengatakan, data yang tidak akurat berakibat kepada kebijakan, hukum hingga tata kelola berpotensi salah.
Demikian dikatakan Firman Soebagyo dalam Forum Legislasi bertajuk “RUU Satu Data Indonesia, Fondasi Reformasi Tata Kelola Pembangunan”, di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
“Data salah, maka kebijakan, hukum, dan tata kelola negara bisa salah,” kata Firman Soebagyo.
Karena data yang akurat sangat penting, lanjut politikus Partai Golkar itu, maka Badan Legislasi DPR RI, menginisiasi rancangan Undang-Undang Satu Data Indonesia, untuk reformasi dan tata kelola negara agar lebih baik.
Firman Soebagyo menegaskan, secara kasat mata data di Tanah Air belum bisa dipertanggung jawabkan.
Menurut Badan Pusat Statistik atau BPS, hal paling sulit adalah menyingkronisasi data dari kementerian, badan atau lembaga.
“Penyebabnya, antara lain ego sektorat di masing-masing instansi pemerintahan yang sulit dihapus. Melalui RUU Satu Data Indonesia, ini semua disatukan atas perintah undang-undang,” tegasnya.
“Satu ilustri, data Alutsista yang dimiliki Iran terlihat sangat tinggi akurasinya sehingga bisa meluncurkan rudalnya sangat efektif,” lanjutnya.
Diingatkannya, data juga terkait dengan efisiensi, salah satu tujuan Satu Data Indonesia untuk menyatukan data yang tersebar di banyak instansi pemerintahan.
Karena data yang selama ini tidak terkonsulidasikan, maka setiap ada bencana alam, semua kalang kabut. “Juga bantuan sosial, sering tidak tepat sasaran itu juga karena data tidak satu,” ujarnya.
Melalui RUU Satu Data Indonesia, kata Firman Soebagyo, maka nanti data yang ada di semua instansi pemerintah, dipaksa untuk disatukan.
“Pertanyaannya, mau atau tidak negara ini disatukan datanya dan itu harus didukung oleh anggaran,” pungkasnya.
Ditegaskannya, data kemiskinan, pertanian, kehutanan hingga pertambangan, itu semraut. Karena itu harus disatukan. DPR sudah bergerak cepat memprosesnya, menuju Satu Data Indonesia yang lebih baik.

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

