KEPRI PARBUD TANJUNGPINANG

Vnews.click, Tanjungpinang – Dentuman gendang terdengar kompak. Delapan anak asal Tanjungpinang bergerak mengikuti irama dan koreografi, memainkan Gendang 24 Musim di hadapan ribuan masyarakat di Johor Bahru, Malaysia.

Penampilan tersebut menjadi pengalaman istimewa bagi anak-anak dari Perkumpulan Seni Gendang Kepri. Untuk pertama kalinya, mereka mendapat kesempatan membawa kesenian yang selama ini mereka pelajari di Tanjungpinang ke panggung di Malaysia.

Momen tersebut berlangsung pada 12 September 2026, ketika Perkumpulan Seni Gendang Kepri mendapat undangan tampil dalam rangkaian kegiatan Pertandingan Elit Gendang 24 Perayaan Malaysia ke-7 Peringkat Kebangsaan 2026.

Delapan pemain dibawa langsung oleh pembina mereka, Bobby Jayanto, bersama sejumlah pembina lainnya ke Johor Bahru. Mereka tampil dalam kegiatan Fun Run yang digelar di depan salah satu vihara tua yang menjadi lokasi kegiatan.

Antusiasme masyarakat pun terlihat begitu besar. Ribuan peserta yang hadir menyaksikan penampilan anak-anak Kepri tersebut. Bagi para pemain muda itu, tampil di hadapan sekitar 5.000 peserta bukan hanya menjadi pengalaman pentas, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Tanjungpinang melalui seni.

Berawal dari Pertemuan di Malaysia

Perjalanan Gendang 24 Musim hingga berkembang di Tanjungpinang tidak terjadi dalam waktu singkat.

Bobby Jayanto, yang selama ini dikenal sebagai tokoh masyarakat dan anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, memiliki perhatian cukup besar terhadap dunia kesenian. Ia juga dikenal sebagai salah satu pelopor barongsai di Kota Tanjungpinang dan aktif membina berbagai kesenian tradisional.

Ketertarikannya terhadap Gendang 24 Musim bermula ketika bertemu dengan Tan Chai Puan di Malaysia pada 11 Januari 2020 dalam sebuah kegiatan HAKKA Kepri.

Dari pertemuan tersebut, ketertarikan terhadap kesenian Gendang 24 Musim kemudian berkembang menjadi sebuah upaya pembinaan di Tanjungpinang. Selama sekitar satu tahun terakhir, Bobby aktif membina Perkumpulan Seni Gendang Kepri.

Gendang 24 Musim sendiri merupakan seni persembahan musikal dan visual yang menonjolkan 24 musim dalam kalender lunisolar Cina. Setiap gendang mewakili satu musim dan biasanya dihiasi kaligrafi, dimainkan dalam formasi koreografi serta disertai narasi sesuai tema musim.

Kesenian ini dipelopori Tan Chai Puan dan Lee Yee Chew di Malaysia pada 1988 dan kemudian berkembang menjadi salah satu bentuk seni pertunjukan yang dikenal luas di negeri tersebut.

Bobby Jayanto membawa tim perkumpulan Gendang Seni Kepri dari Tanjungpinang tampil dalam rangkaian kegiatan Pertandingan Elit Gendang 24 Perayaan Malaysia ke-7 Peringkat Kebangsaan 2026 di Johor Bahru, pada 12 September 2026. (Foto/Vnews.click)

18 Anak Tanjungpinang Belajar Tanpa Dipungut Biaya

Di Tanjungpinang, Perkumpulan Seni Gendang Kepri kini telah memiliki sekitar 18 anggota yang berasal dari kalangan pelajar, di antaranya siswa SD dan SMP Pelnusa serta SMP Negeri 5 Tanjungpinang.

Mereka menjalani latihan secara rutin setiap akhir pekan. Dalam setiap sesi latihan, waktu yang dihabiskan bisa mencapai lima jam.

Menariknya, untuk meningkatkan kemampuan para pemain, pelatih profesional dari Malaysia didatangkan secara langsung setiap dua minggu sekali. Yang membuat program ini semakin menarik, para pelajar Tanjungpinang tersebut dapat mengikuti latihan tanpa dipungut biaya.

Model pembinaan ini sekaligus membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal kesenian yang masih relatif baru di Indonesia, khususnya di Tanjungpinang. Di Malaysia, Gendang 24 Musim bahkan telah berkembang sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Sementara bagi masyarakat umum yang ingin mengikuti latihan, terdapat biaya sekitar RM350 per bulan.

Tim perkumpulan Gendang Seni Kepri dari Tanjungpinang tampil dalam rangkaian kegiatan Pertandingan Elit Gendang 24 Perayaan Malaysia ke-7 Peringkat Kebangsaan 2026 di Johor Bahru, pada 12 September 2026. (Foto/Vnews.click)

Bukan Sekadar Memukul Gendang

Bagi Bobby, permainan Gendang 24 Musim bukan sekadar aktivitas seni. Latihan yang dilakukan secara berkelompok menuntut setiap pemain untuk memiliki kedisiplinan, konsentrasi, kekompakan dan ketahanan fisik.

Setiap pemain harus mampu mengikuti tempo dan gerakan pemain lainnya. Kesalahan satu orang dapat memengaruhi keseluruhan penampilan.

Karena itu, proses latihan juga menjadi sarana untuk membangun karakter anak. Anak-anak belajar bekerja dalam tim, menjaga kekompakan, mengikuti arahan pelatih, sekaligus berani tampil di hadapan banyak orang.

Pengalaman tampil di Malaysia menjadi salah satu hasil dari proses latihan tersebut. Bagi para pemain muda Tanjungpinang, perjalanan ke Johor Bahru bukan hanya tentang pertunjukan.

Mereka juga mendapatkan pengalaman berharga untuk melihat secara langsung bagaimana kesenian Gendang 24 Musim berkembang di negara asalnya.

Bobby Jayanto berfoto bersama tim perkumpulan Gendang Seni Kepri dari Tanjungpinang. (Foto/Vnews.click)

Dari Panggung Lokal Menuju Lebih Banyak Event

Sebelum tampil di Malaysia, anak-anak Perkumpulan Seni Gendang Kepri telah beberapa kali tampil dalam berbagai kegiatan di Tanjungpinang.

Ke depan, mereka juga dijadwalkan tampil dalam Pemuda Fest pada Oktober 2026. Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa Gendang 24 Musim mulai mendapatkan ruang di tengah kehidupan seni dan budaya Tanjungpinang.

Namun, pembinaan ini masih membutuhkan dukungan yang lebih luas agar dapat berkembang.

Harapannya, kesenian tersebut tidak hanya menjadi kegiatan komunitas, tetapi juga dapat diperkenalkan lebih luas melalui berbagai kegiatan kebudayaan dan event pemerintah di Kota Tanjungpinang maupun Provinsi Kepulauan Riau.

Dengan adanya ruang tampil yang lebih banyak, anak-anak tersebut memiliki kesempatan untuk terus mengasah kemampuan sekaligus memperkenalkan kesenian yang mereka pelajari kepada masyarakat.

Bobby Jayanto selaku pembina perkumpulan Gendang Seni Kepri berfoto bersama dengan kolega, pada 12 September 2026. (Foto/Vnews.click)

Menunggu Lebih Banyak Anak Tanjungpinang

Perkumpulan Seni Gendang Kepri kini menjadi salah satu wadah baru bagi anak-anak Tanjungpinang untuk belajar seni pertunjukan.

Dari 18 anak yang saat ini berlatih, terbuka peluang untuk mengembangkan kelompok tersebut menjadi lebih besar dan melibatkan lebih banyak pelajar.

Apa yang dimulai dari sebuah pertemuan di Malaysia pada 2020 kini telah melahirkan sebuah kelompok seni di Tanjungpinang yang mampu tampil di hadapan ribuan orang di Johor Bahru.

Gendang yang awalnya hanya dimainkan dalam ruang latihan, kini telah sampai ke panggung internasional.

Dan dari dentuman 24 gendang tersebut, muncul satu pesan sederhana bahwa anak-anak Tanjungpinang juga memiliki kemampuan untuk membawa nama Kepri melalui seni dan budaya. (Tim Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *