KEPRI KESEHATAN PEMERINTAHAN SOSIAL TANJUNGPINANG UPDATE Videos

Tanjungpinang (Vnews.click) – Dinas Kesehatan Provinsi Kepri menekankan keluarga berperan penting dalam mencegah anak dari penyakit cacingan melalui praktik kebersihan diri dan lingkungan.

Kasus meninggalnya seorang anak balita di Sukabumi, Jawa Barat, akibat tubuhnya dipenuhi cacing baru-baru ini harus menjadi pembelajaran berharga, terutama bagi orangtua dalam menjaga kesehatan anak-anaknya.

“Orangtua harus memastikan lingkungan rumah atau tempat bermain anak bersih dan steril, karena anak rawan infeksi imbas sistem tubuh yang belum matang dan masih dalam tahap perkembangan,” kata Kepala Dinkes Kepri, Mochammad Bisri, Rabu (3/9/2025).

Bisri menganjurkan orangtua mengawasi anak dari memegang objek atau benda yang berpotensi mengandung bakteri, misalnya ketika anak merangkak di tanah lalu memegang makanan dan masuk ke dalam mulut, tentu sangat berbahaya bagi kesehatan si anak.

Menurutnya tanah dapat mengandung kuman, parasit seperti Toxoplasma atau cacing tambang, serta zat berbahaya seperti logam berat yang bisa mengontaminasi makanan dan menyebabkan infeksi pencernaan, keracunan, kekurangan gizi, atau penyakit serius lainnya.

“Maka itu, orangtua diimbau rutin mencuci tangan anak setelah memegang sesuatu, seperti tanah, kucing, dan air genangan bekas galian. Sebab, anak-anak senang memasukkan jarinya ke dalam mulut,” ungkap Bisri.

Selain itu, Bisri juga mengingatkan orangtua menjaga pola makan anak yang bergizi dan bergizi seimbang, seperti buah dan sayuran kaya serat.

Kemudian, memberikan obat cacing pada anak secara teratur, terutama pada usia dua tahun ke atas.

“Termasuk mengonsultasikan dengan dokter jika anak menunjukkan gejala cacingan,” ungkap Bisri.

Lebih lanjut Bisri menyampaikan pemerintah terus berupaya menjaga kesehatan sejak dini untuk mewujudkan generasi emas Indonesia. Salah satunya, melalui program cek kesehatan gratis (CKG) di satuan pendidikan, mulai dari SD, SMP sampai SMA sederajat, yang bertujuan memantau risiko penyakit pada anak. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *