Vnews.click, Bintan – BPBD Kabupaten Bintan mencatat sepanjang bulan Januari 2026, telah terjadi sekitar 69 kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tersebar di tiga kecamatan setempat.
Sekretaris BPBD Bintan, Agus Ariyadi, mengatakan kejadian karhutla tersebut ditangani Unit Pelaksana Teknis Daerah Pemadam Kebakaran (UPTD Damkar) Kecamatan Tanjung Uban 13 kejadian, lalu UPTD Damkar Kecamatan Toapaya 35 kejadian, dan UPTD Kecamatan Bintan Timur 21 kejadian.
“Luas area karhutla bervariasi, antara setengah hektare hingga satu setengah hektare per kejadian,” kata pria diakrab sapa Adi tersebut, Selasa (27/1/2026).
Ia menduga maraknya karhutla awal tahun ini dipicu pembukaan lahan dengan cara dibakar saat cuaca panas, namun penyebab pastinya menjadi wewenang aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Adi menyebut BPBD mengimbau sekaligus mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak membakar lahan sembarangan, karena musim panas yang disertai angin kencang berisiko memicu kebakaran lebih besar dan berdampak terhadap lingkungan serta pemukiman warga.
“Baru-baru ini, karhutla di Desa Malang Rapat menyebakan satu unit tempat usaha warga di pinggir jalan terbakar, beruntung personel damkar cepat respon dan segera memadamkan api,” ujar Adi.
Ia menyampaikan saat ini BPBD Bintan siap siaga selama 1×24 jam guna menindak lanjuti apabila ada laporan warga terkait karhutla di wilayah sekitar.
Menurutnya BPBD memiliki 60-an personel damkar serta enam armada pemadam di tingkat UPTD Damkar se-Bintan. Para personel damkar selalu siaga siang-malam guna melakukan upaya pencegahan dan penanganan karhutla.
Adi berharap peristiwa karhutla tidak terjadi lagi jelang bulan suci Ramadhan.
Pihaknya mengajak semua pihak termasuk masyarakat bersama-sama meminimalisir potensi karhutla dengan tidak membakar lahan atau sampah sembarangan. (Mis)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

