Vnews.click, Tanjungpinang – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri, Andi Agung, mengatakan pihaknya tidak mengalokasikan anggaran untuk program seragam sekolah gratis siswa SMA/SMK/SLB Negeri di APBD Kepri murni 2026, karena keterbatasan anggaran.
Tahun lalu, Disdik Kepri masih mengalokasikan anggaran Rp9 miliar untuk bantuan dua stelan seragam sekolah gratis, yaitu OSIS dan Pramuka.
“Mudah-mudahan tetap bisa kita anggarkan pada APBD perubahan 2026, tapi tetap tergantung dengan kondisi keuangan daerah,” kata Andi Agung, Sabtu (17/1/2026).
Sementara untuk program sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) gratis bagi siswa SMA/SMK/SLB Negeri tahun anggaran 2026, dipastikan tetap berlanjut.
Agung menyampaikan pihaknya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp50 miliar pada APBD tahun anggaran 2026 guna merealisasikan program tersebut.
“Meski anggaran Disdik Kepri tahun ini turun jadi Rp957 miliar dari tahun 2025 sekitar Rp1,01 triliun, namun untuk program SPP gratis tetap dilanjutkan, sesuai arahan Pak Gubernur Ansar Ahmad,” ujarnya.
Agung menjelaskan SPP gratis merupakan salah satu program unggulan Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura yang sudah berjalan sejak tahun 2024..
Program tersebut akan menyasar sekitar 39 ribu siswa SMA/SMK/SLB Negeri yang tersebar di tujuh kabupaten/kota se-Kepri. Bantuan SPP diberikan untuk tahun ajaran 2026/2027.
“Kalau untuk sekolah swasta, anggaran kita belum sanggup,” ujar Agung.
Dia melanjutkan kebijakan pemberian SPP gratis siswa SMA Negeri sederajat itu bertujuan meningkatkan kualitas dan pemerataan akses pendidikan di wilayah Kepri, termasuk meringankan beban orangtua siswa tanpa perlu pusing lagi memikirkan biaya SPP setiap bulannya. (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

