Bintan (Vnews.click) – Puluhan nelayan pesisir mengadu ke DPRD Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terkait beroperasinya puluhan kapal nelayan menggunakan alat tangkap mini trawl dan cantrang di bawah 12 mil laut di daerah setempat.
Yadi, selaku koordinator nelayan Bintan mengatakan penggunaan kedua alat tangkap itu membuat hasil tangkapan nelayan tempatan jadi turun drastis. Sebab, mini trawl dan cantrang sama-sama mampu menjaring semua biota laut tanpa terkecuali, termasuk merusak terumbu karang.
“Sementara nelayan tradisional kita masih memakai alat tangkap tradisional, seperti bubu. Makanya, kalah saing dengan mini trawl dan cantrang,” kata Nurdin di kantor DPRD Bintan, Senin (22/8).
Oleh karenanya, ia berharap DPRD Bintan dapat memperjuangkan nasib nelayan tradisional menyusul banyaknya keluhan nelayan lokal tak mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari, hingga kesulitan membiayai sekolah anak imbas berkurangnya hasil tangkapan ikan.
Sejak alat tangkap nelayan mini trawl dan cantrang beroperasi di laut Bintan dalam beberapa bulan terakhir, menurutnya, nelayan lebih banyak pulang ke rumah dengan tangan kosong, tanpa membawa ikan setelah turun melaut berhari-hari.
Bahkan alat tangkap bubu nelayan Bintan banyak rusak akibat tersapu alat tangkap mini trawl dan cantrang. Padahal alat bubu itu dibuat dengan biaya sekitar Rp600 ribu per buah.
“Sejak ada mini trawl dan cantrang, paling ada satu ekor ikan masuk ke bubu, sebelum itu bisa puluhan sampai ratusan ekor ikan,” ujar dia.
Ia juga menilai minimnya pengawasan dari pihak berwenang terkait keberadaan kapal nelayan dengan alat tangkap mini trawl dan cantrang di perairan Bintan.
Dia berharap pemerintah meninjau ulang tentang izin pengoperasian alat tangkap mini trawl dan cantrang, khususnya menyangkut masalah zona wilayah tangkap.
“Harusnya ditertibkan agar kedua alat itu beroperasi di atas zona 12 mil dari garis pantai Bintan,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bintan Fiven Sumanti mengutarakan pihaknya telah menampung aspirasi dan keluhan nelayan menyangkut beroperasinya kapal nelayan mini trawl dan cantrang di wilayah setempat.
Ia mengaku prihatin keberadaan kedua alat tersebut berdampak buruk pada perekonomian nelayan lokal seiring menurunnya hasil tangkapan mereka.
“Kita satu suara dengan nelayan, alat tangkap mini trawl dan cantrang mengganggu pendapatan nelayan sampai merusak alam bawah laut kita, khususnya di Bintan,” ucap Fiven.
Ia melanjutkan komitmen DPRD Bintan menyuarakan masalah yang dihadapi nelayan tersebut kepada Plt Bupati Bintan Roby Kurniawan, selanjutnya diteruskan ke Pemerintah Provinsi Kepri.
“Hari Rabu (24/8), kita rencanakan pertemuan dengan Pak Bupati Bintan membahas masalah ini,” demikian Fiven. (Ham).

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

