Vnews.click, Tanjungpinang – Angka pengangguran di Provinsi Kepri yang mencapai angka 6,45 persen telah menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, sehingga perlunya peningkatan nilai investasi agar penyerapan tenaga kerja semakin tinggi.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepri, Diky Wijaya, mengatakan Kota Batam menjadi salah satu dengan angka pengangguran tertinggi yang mencapai angka 7,29 persen.
Ia berharap adanya peningkatan investasi di 7 Kabupaten/Kota di Kepri agar penyerapan tenaga kerja lebih banyak.
“Kita harap banyak investasi masuk ke Kepri, maka penyerapan tenaga kerja juga lebih banyak lagi,” ujar Diky Wijaya, Kamis (29/10/2026).
Menurutnya, investasi seperti data center di Kota Batam saat ini sedang banyak diminati investor. Sehingga, dengan data center tersebut juga bisa memberikan tenaga kerja bagi masyarakat lokal.
Diky menyebutkan, Provinsi Kepri saat ini pengangguran di angka 6,40 persen dari 1,2 juta tenaga kerja. Sehingga, masih sekitar 75 ribu orang yang belum mendapatkan pekerjaan.
“Artinya masih 75 ribu orang lagi yang belum bekerja,” ucapnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya melakukan berbagai upaya seperti vokasi pelatihan bagi tenaga kerja lokal yang akan diletakkan di pasar kerja.
Selain itu, penggunaan dana Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dari Kabupaten Bintan dan Kota Batam digunakan untuk kegiatan pelatihan untuk masyarakat.
“Dan setelah kita latihan, mereka kita taruh di pasar kerja, itulah kegiatan kita,” tuturnya.
Pada pelatihan tenaga kerja lokal, Disnakertrans Kepri bergerak untuk melakukan pelatihan pada daerah industri. Hal ini, seperti welder yang dikhususkan untuk merakit dan memperbaiki folding gate (pintu lipat besi), selain itu juga yang bergerak pada Welhome Pro Manufacturing atau WPM, seperti untuk menjadi barista dan perhotelan.
“Bahkan juga ada perisa pengantin, itu yang kita lakukan supaya mereka bisa ada yang mandiri dan rata-rata bisa terserap,” katanya.
Ia menambahkan, dari hasil pelatihan tersebut rata-rata telah terserap kedalam dunia kerja. Hal ini, karena memiliki sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi atau BNSP.
“Harapan kita memang dari misalnya satu tahun ini kita taken 2000 ya kita berharap 90% bisa masuk,” pungkasnya. (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

