Vnews.click, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepri menyatakan program bedah rumah melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Pemerintah Pusat tidak hanya menyentuh kebutuhan hunian, tapi ikut menciptakan aktivitas ekonomi baru.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengatakan tahun ini sebanyak 3.804 unit rumah warga setempat sudah masuk program bedah rumah BSPS, dengan melibatkan 7.608 tukang dan 154 tenaga pendamping.
Perputaran ekonomi juga bergerak melalui kebutuhan material pembangunan, mulai dari semen, cat, keramik hingga berbagai bahan konstruksi lainnya.
“Dengan demikian, program perumahan turut membuka ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan manfaat ekonomi di tingkat lokal,” kata Gubernur Ansar, Jumat (2/10/2026).
Namun, karakteristik Kepri sebagai daerah kepulauan membuat pelaksanaan program memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya mobilisasi tenaga dan material menuju pulau-pulau kecil yang belum memiliki rute transportasi reguler.
Untuk memastikan pekerjaan tetap berjalan, koordinasi dilakukan bersama pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan dan desa. Ketersediaan tenaga pendamping yang sempat menjadi kendala pada tahap awal juga kini telah terpenuhi.
Percepatan menjadi penting karena musim hujan mulai memasuki sejumlah wilayah pada November. Pekerjaan yang menjadi bagian penting dari pembangunan rumah didorong untuk segera dituntaskan dengan target penyelesaian fisik pada 31 Desember 2026.
15.570 Warga Belum Punya Rumah
Pada sisi lain, kebutuhan rumah baru di Kepri masih cukup besar. Sekitar 157.570 keluarga tercatat belum memiliki rumah, sehingga keberlanjutan program rumah subsidi menjadi salah satu bagian penting dalam memenuhi kebutuhan tersebut.
Untuk 2026, Kepri mendapatkan kuota 3.458 unit rumah subsidi. Hingga akhir September, sebanyak 3.240 unit atau 93 persen telah terealisasi.
Capaian tersebut terutama ditopang empat wilayah, yakni Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, dan Kota Tanjungpinang.
Tingginya realisasi juga membuka peluang bagi Kepri untuk mendapatkan tambahan kuota sekitar 3.000 hingga 5.000 unit sesuai kebutuhan daerah.
Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, rumah subsidi memberikan sejumlah kemudahan. Di antaranya uang muka 1 persen, bunga flat 5 persen hingga lunas, pembebasan BPHTB dan PBG, serta perlindungan asuransi jiwa dan kebakaran.
KUR Perumahan Rp1 Triliun
Rangkaian program tersebut tidak berhenti pada pembangunan rumah. Pemerintah juga mendorong agar sektor usaha yang menopang pembangunan perumahan ikut tumbuh melalui KUR Perumahan.
Program ini menyasar pelaku UMKM sektor konstruksi dan perumahan, mulai dari kontraktor, pengembang hingga toko bangunan.
Pembiayaan dapat mencapai Rp20 miliar dengan dukungan subsidi bunga, sementara pinjaman di bawah Rp100 juta dapat diakses tanpa jaminan.
Secara nasional, kuota KUR Perumahan ditingkatkan dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun.
Kepri diharapkan dapat menyerap sedikitnya Rp1 triliun untuk memperkuat perputaran ekonomi di sektor perumahan. (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

