Vnews.click, Tanjungpinang – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPP) Provinsi Kepri memastikan proyek rehabilitasi gedung Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Tabib (RAT) tidak mengganggu pelayanan medis pasien.
“Proses konstruksi digeser dari sore hingga malam hari setelah aktivitas pelayanan publik di rumah sakit berkurang, sehingga tak sampai mengganggu pelayanan pasien,” kata Kepala Dinas PUPP Kepri, Rodi Yantari, Selasa (21/7/2026).
Selain itu, manajemen RSUD RAT Kepri juga memberlakukan skema sistem bergilir buka – tutup ruangan pada area rawat inap di lantai lima sampai delapan agar proses perawatan pasien tetap berjalan aman dan nyaman.
Ia menjelaskan rehab gedung RSUD RAT Kepri tahun ini diprioritaskan pada area pelayanan lantai satu serta ruang operasi di lantai tiga.
“Pengembangan tahap berikutnya difokuskan pada penataan ruang perawatan di lantai satu, tiga, dan empat secara bertahap,” ujar Rodi.
Lanjut Rodi menjelaskan proyek rehab gedung rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kepri tersebut berlangsung sekitar enam bulan, terhitung sejak 3 Juli hingga 29 Desember 2026.
Proyek itu menelan anggaran sebesar Rp19,98 miliar, yang bersumber dari skema dana pinjaman daerah melalui Bank Jabar Banten (BJB).
Ia memerinci pekerjaan difokuskan pada lima item utama perbaikan interior gedung rumah sakit, mencakup pembenahan plafon, toilet dari lantai satu hingga sembilan, lalu pendingun ruangan (AC), serta penataan lantai ramp hingga teras lobi rumah sakit.
Menurut Rodi area lantai satu menjadi titik pengerjaan terbesar dengan porsi penyerapan anggaran hampir 50 persen, khususnya untuk pemasangan unit serta instalasi sistem AC sentral baru.
Selain itu, sistem pendingin udara Variable Refrigerant Flow (VRF) di lantai lima hingga delapan juga mendapat peremajaan secara menyeluruh. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

