KEPRI POLITIK TANJUNGPINANG

Vnews.click, Tanjungpinang – Provinsi Kepri menjadi tuan rumah pertemuan tim teknik dan persidangan ke-22 kerja sama Sosial Ekonomi Malaysia Indonesia (Sosekmalindo) tahun 2026 yang melibatkan 200 delegasi dari Riau, Kepri, Melaka dan Johor.

Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kepri, Doli Boniara, mengatakan agenda tahunan itu akan dipusatkan di Kota Batam pada bulan Juni 2026.

Berbagai persiapan terus dimatangkan, mulai dari koordinasi berbagai dengan pemangku kepentingan terkait, hingga menyiapkan tema yang akan dibahas di dalam pertemuan tersebut.

“Kami juga tengah berkoordinasi dengan pihak Melaka dan Johor agar bisa hadir langsung ke Kepri, karena kami menawarkan beberapa tempat yang menarik untuk mereka kunjungi,” kata Doli, Kamis (30/4/2026).

Doli menyebutkan Sosekmalindo digelar setiap tahun secara bergilir di empat wilayah. Tahun 2025, Johor menjadi tuan rumah, lalu 2024 di Provinsi Riau, dan 2023 di Melaka.

Kegiatan ini, menurutnya, merupakan wujud sinergi nyata antarnegara serumpun, khususnya Indonesia dan Malaysia. Kepri secara khusus, diberikan kewenangan oleh Pemerintah Pusat untuk berhubungan langsung dengan Malaysia (Johor dan Melaka) lewat forum resmi, Sosekmalindo.

Ia menyampaikan ada empat tematik yang akan dibahas pada Sosekmalindo tahun ini, mulai dari sosial, ekonomi, budaya, hingga keamanan wilayah perbatasan.

Dia mencontohkan isu sosial yang akan dibahas sosial, seperti kemudahan proses pemulangan jenazah dari Malaysia ke Kepri.

lalu join nomination budaya zapin antara Johor dan Kepri ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Lalu di bidang ekonomi, ada rencana kerja sama magang ekonomi serta pengajuan visa by project bagi warga pesisir di Kepri yang akan bekerja di Johor. Termasuk, pengajuan kapal roro rute Batam-Johor.

Kemudian di bidang keamanan, yang berkaitan dengan isu nelayan melanggar wilayah batas tangkap sampai penyelundupan narkoba dan PMI ilegal.

“Kalau pun ada persoalan bisa langsung dibicarakan dengan Malaysia, termasuk upaya mengurangi PMI ilegal yang bekerja di negara tetangga,” ungkapnya.

Doli melanjutkan kerja sama Soskemalindo yang terjalin selama ini telah memberikan banyak manfaat bagi Kepri, salah satunya melalui pelaksanaan program tourism (pariwisata) antara Kepri dan Johor, yakni Jiran Istimewa atau JIWA.

Dengan program JIWA, warga Kepri yang berlibur ke Johor Bahru atau sebaliknya bakal mendapatkan diskon, baik diskon hotel, restoran sampai ferry. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *