EKONOMI KEPRI TANJUNGPINANG

Vnews.click, Tanjungpinang – Bulog Tanjungpinang menyampaikan permintaan masyarakat terhadap beras medium atau stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) di awal tahun 2026 meningkat jika drastis dibanding tahun 2025.

“Tahun lalu, permintaan beras medium sekitar 10 ton per minggu, tapi awal tahun ini naik menjadi 60 ton per minggu,” kata Kepala Bulog Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, Senin (9/2/2026).

Arief menyatakan tingginya antusiasime warga dalam membeli beras SPHP itu turut dipengaruhi kondisi harga beras di pasaran yang berfluktuasi.

Menurutnya keberadaan beras SPHP menjadi alternatif pilihan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi harganya lebih terjangkau dengan kualitas baik.

“Beras SPHP paling murah dibanding beras medium lainnya di pasaran, sehingga efektif membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga di bawah harga eceran tertinggi (HET),” ungkapnya.

Arief melanjutkan saat ini stok beras SPHP di gudang Bulog Tanjungpinang sebanyak 2.300 ton, dan dalam waktu dekat akan datang lagi 1.000 ton dari Jakarta.

Dengan demikian, kata dia, pasokan beras SPHP dipastikan cukup hingga Idul Fitri 1447 Hijriah. Harganya masih bertahan Rp65.500 per lima kilogram.

“Kami juga menambah stok Minyakita dan beras premium untuk kebutuhan Imlek, Ramadhan dan Idul Fitri 2026,” pungkasnya. (Lus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *