Tanjungpinang (Vnews.click) – Fenomena banjir rob kembalj merendam sejumlah pusat pertokoan, ruas jalan hingga rumah warga di kawasan pesisir Kota Tanjungpinang.
Banjir yang dipicu air laut itu naik ke permukaan itu, di antaranya merendam toko-toko sembako di Pelantar II Tanjungpinang hingga setinggi betis orang dewasa dan mengakibatkan sejumlah barang dagangan tergenang air asin.
“Banjir rob sudah terjadi sejak awak Januari 2026, tapi hari ini kondisi air lebih tinggi, karena merembet ke dalam toko,” kata Yohan, seorang pedang sembako di Pelantar II, Rabu.
Selain itu, banjir rob juga merendam rumah warga di Kelurahan Sei Jang, Tanjungpinang, yang mencapai ketinggian betis orang dewasa.
Seorang warga sekitar, Jufri, menyebut air laut mulai masuk ke dalam rumahnya sekitar pukul 11.00 WIB. Ia bersama istri terpaksa mengevakuasi barang-barang elektronik dan perabotan rumah tangga ke tempat yang lebih tinggi guna menghindari terendam air laut.
Sementara, sejumlah anak-anak di Sei Jang memanfaatkan banjir rob sebagai wahana hiburan atau berenang gratis di ruas jalan dan halaman rumah mereka yang tergenang air.
“Banjir rob sudah jadi langganan kami setiap tahunnya, karena posisi yang dekat dengan laut,” ucap Jufri.
Kondisi rob turut meluas di wilayah pesisir Kampung Bugis. Sejumlah rumah warga terendam banjir, mulai dari halaman rumah, dapur, sampai ruang tamu.
Seorang warga Rio mengaku jauh-jauh hari sudah mengantisipasi banjir rob dengan memasang tanggul atau tembok penghalang yang lebih tinggi di bagian pintu rumah guna mencegah air masuk.
“Fenomena banjir rob terjadi setiap tahun. Selain pasrah, tentu kita juga perlu antisipasi jangan sampai barang-barang berharga terendam air laut,” ucap Rio.
SementaraBadan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi banjir rob melanda kawasan pesisir di Tanjungpinang sejak tanggal 1 sampai 8 Januari 2026.
Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Robbi, menjelaskan banjir rob merupakan fenomena kenaikan muka air laut yang mengenangi wilayah pesisir, terutama daerah dengan elevasi rendah.
Fenomena ini dipicu oleh fase perigee dan bulan purnama yang terjadi secara bersamaan pada awal Januari. (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

