DPD RI POLITIK

VNews.click, Tangerang – Sejumlah persoalan yang selama ini dirasakan pengemudi ojek online atau Ojol disampaikan langsung kepada Anggota DPD RI asal Provinsi Banten, Abdi Sumaithi.

Hal itu terjadi dalam kegiatan penyerapan aspirasi bersama Forum Ojek Online Bersatu atau FORBETA, di Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (15/10/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi para pengemudi untuk menyampaikan kondisi yang mereka hadapi di lapangan, mulai dari persoalan pendapatan hingga perlindungan saat bekerja.

Ketua FORBETA Kabupaten Tangerang, Bang Saimin, mengatakan para pengemudi Ojol saat ini menghadapi berbagai tekanan dalam menjalankan pekerjaannya.

Menurutnya, biaya operasional yang terus meningkat tidak selalu diikuti dengan pendapatan yang memadai. Kondisi tersebut semakin dirasakan karena pengemudi harus menanggung sendiri biaya bahan bakar, perawatan kendaraan, hingga risiko kecelakaan selama berada di jalan.

“Kami menyampaikan kondisi yang benar-benar dirasakan teman-teman di lapangan. Pendapatan harus diperhitungkan dengan biaya operasional yang semakin tinggi. Kami berharap ada perhatian dan kebijakan yang bisa memberikan rasa adil bagi pengemudi ojek online,” ujar Bang Saimin.

Ia juga berharap aspirasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai catatan kegiatan. FORBETA meminta agar persoalan pengemudi ojol dapat diperjuangkan di tingkat pemerintah pusat, terutama terkait kepastian tarif, transparansi potongan aplikasi, serta perlindungan sosial dan keselamatan pengemudi.

Bagi para pengemudi, kepastian terhadap sejumlah persoalan tersebut penting karena ojek online telah menjadi salah satu sumber penghasilan utama bagi banyak keluarga.

Menyikapi hal tersebut, Abdi Sumaithi menyatakan akan membawa aspirasi Forbeta ke DPD RI sebagai bahan perjuangan di Senayan.

Ia menilai perkembangan ekonomi digital harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap masyarakat yang menjadi bagian penting dari ekosistem tersebut. Karena itu, persoalan mengenai kewajaran tarif dan potongan aplikasi, kepastian hubungan kemitraan, serta akses terhadap jaminan sosial dan perlindungan kecelakaan menjadi sejumlah isu yang akan menjadi perhatian.

Dikatakan Abdi, mendengar langsung suara masyarakat merupakan bagian penting dari tugasnya sebagai Anggota DPD RI dari Banten. Persoalan yang muncul di lapangan, lanjutnya, perlu menjadi bahan pertimbangan dalam pembentukan maupun evaluasi kebijakan nasional, sehingga kebijakan yang dihasilkan tidak hanya melihat kepentingan industri dan perkembangan teknologi, tetapi juga kondisi masyarakat yang bekerja di dalamnya.[Fas]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *