Tanjungpinang (Vnews.click) – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengatakan pihaknya melakukan pinjaman uang senilai Rp400 miliar kepada Bank Jabar Banten (BJB) untuk membiayai kebutuhan pembangunan infrastruktur, karena keterbatasan APBD di tahun anggaran 2026.
“Kalau tak ada pinjaman, tak ada kegiatan pembangunan tahun ini, karena kondisi fiskal kita memang terbatas,” kata Gubernur Kepri Ansar Ahmad usai menyerahkan DPA APBD 2026 di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Selasa (13/1/2026).
Ansar menyebut pinjaman daerah itu sudah mendapat persetujuan dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan RI. Pemprov Kepri hanya tinggal melengkapi sejumlah persyaratan administrasi untuk merealisasikan pinjaman tersebut.
Ansar menjelaskan pinjaman daerah di Bank Jabar Banten (BJB) tersebut, dengan jangka waktu pelunasan selama dua tahun, yakni periode 2026-2027.
Semula, kata Ansar, Pemprov Kepri berencana meminjam uang di Bank Riau Kepri (BRK), namun terkendala pada status penyusunan dewan direksi yang belum rampung dan ditambah kewenangan pinjaman bank dibatasi sebesar Rp50 miliar.
“Makanya, kita beralih meminjam ke BJB. Bunga pinjamannya juga lebih rendah,” ucap Ansar.
Lanjut Gubernur menyampaikan pinjaman daerah sebesar Rp400 miliar itu akan dialokasikan untuk peningkatan infrastruktur pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Raja Ahmad Tabib (RSUD RAT) milik Pemprov Kepri, mulai dari revitalisasi gedung hingga pembangunan ruang poliklinik kesehatan yang baru.
Selain itu, ada pula pembiayaan untuk pembangunan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang yang dimulai tahun 2026.
Selebihnya, dialokasikan untuk pembiyaan infrastruktur di semua kabupaten/kota se-Kepri, seperti pembangunan jalan, jembatan serta pelabuhan apung atau HDPE. (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

